Categories
Uncategorized

Kemoterapi: Penggunaan, Efek Samping, dan Prosedur

Kemoterapi

Apa itu Kemoterapi?

Kemoterapi adalah metode agresif dari terapi obat kimia yang ditujukan untuk menghancurkan sel-sel yang tumbuh dengan cepat di dalam tubuh. Ini biasanya digunakan untuk mengobati kanker, karena sel-sel kanker tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel-sel lainnya. Seorang dokter yang berspesialisasi dalam pengobatan kanker dikenal sebagai ahli onkologi. Mereka akan bekerja dengan Anda untuk membuat rencana perawatan Anda.

Kemoterapi sering digunakan dalam kombinasi dengan terapi lain, seperti operasi, radiasi, atau terapi hormon. Ini tergantung pada:

  • stadium dan jenis kanker yang Anda miliki
  • kesehatan Anda secara keseluruhan
  • perawatan kanker sebelumnya yang pernah Anda lakukan
  • lokasi sel kanker
  • pilihan perawatan pribadi Anda

Ini dianggap sebagai perawatan sistemik, yang berarti dapat mempengaruhi seluruh tubuh.

Sementara kemoterapi telah terbukti secara efektif menyerang sel-sel kanker, juga dapat menyebabkan efek samping yang serius yang dapat sangat mempengaruhi kualitas hidup Anda. Anda harus mempertimbangkan efek samping ini terhadap risiko tidak mendapatkan perawatan ketika memutuskan apakah kemoterapi tersebut sudah tepat untuk Anda.

Mengapa Kemoterapi Dilakukan?

Kemoterapi terutama dilakukan untuk:

  • menurunkan jumlah sel kanker dalam tubuh Anda
  • mengurangi kemungkinan penyebaran kanker
  • mengecilkan ukuran tumor
  • mengurangi gejala kanker yang ada saat ini

Jika Anda menjalani operasi untuk mengangkat tumor kanker, seperti lumpektomi untuk kanker payudara, ahli kanker Anda mungkin menyarankan agar Anda menjalani kemoterapi untuk memastikan bahwa sel kanker yang masih hidup ikut terbunuh juga.

Kemoterapi juga digunakan untuk mempersiapkan Anda untuk perawatan lainnya. Ini dapat digunakan untuk mengecilkan tumor sehingga dapat diangkat dengan operasi atau untuk mempersiapkan Anda untuk terapi radiasi.

Dalam kasus kanker stadium akhir, kemoterapi dapat membantu menghilangkan rasa sakit.

Selain pengobatan untuk kanker, kemoterapi dapat digunakan untuk mempersiapkan orang-orang dengan penyakit sumsum tulang dalam perawatan sel induk sumsum tulang dan dapat digunakan untuk mengobati gangguan sistem kekebalan tubuh. Dosis yang jauh lebih rendah daripada yang digunakan untuk mengobati kanker dapat digunakan untuk membantu mengobati gangguan sistem kekebalan tubuh dimana dapat menyerang sel-sel yang sehat, seperti penyakit lupus atau rheumatoid arthritis.

Efek Samping Kemoterapi

Kemoterapi dirancang untuk membunuh sel-sel yang membelah dengan cepat, termasuk sel-sel kanker dan juga sel-sel lainnya dalam tubuh Andayang membelah dengan cepat. Sel pada area berikut ini dapat terpengaruh, diantaranya adalah:

  • darah
  • rambut
  • kulit
  • lapisan saluran usus Anda

Karena itu, efek samping dari kemoterapi meliputi:

  • mudah memar dan pendarahan yang berlebihan
  • diare
  • mulut kering
  • sariawan
  • kelelahan
  • demam
  • rambut rontok
  • kehilangan nafsu makan
  • mual
  • muntah
  • penurunan berat badan
  • rasa sakit dari kerusakan saraf
  • infeksi
  • anemia
  • sembelit
  • sakit saraf
  • lymphedema
  • memori bermasalah
  • konsentrasi bermasalah
  • perubahan pada kulit
  • perubahan pada kuku
  • insomnia
  • perubahan pada saat berhubungan intim
  • perubahan pada kesuburan

Dokter Anda dapat membantu Anda mengatur efek samping tersebut dengan obat-obatan, tips gaya hidup, dan banyak lagi.

Sebagian besar efek samping kemoterapi mereda ketika pengobatan telah selesai. Ada risiko efek jangka panjang yang dapat berkembang bahkan bertahun-tahun setelah perawatan, tergantung pada jenis kemoterapi yang dilakukan.

Efek-efek ini dapat termasuk kerusakan pada:

  • jantung
  • ginjal
  • paru-paru
  • saraf
  • organ reproduksi

Ada juga kemungkinan berkembangnya kanker kedua sebagai akibat dari kemoterapi. Sebelum memulai perawatan, bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko yang mungkin terjadi dan gejala apa yang harus Anda ketahui.

Cara Mempersiapkan Kemoterapi

Karena kemoterapi adalah perawatan serius untuk kondisi yang serius pula, sangat penting untuk merencanakan terlebih dahulu sebelum memulai terapi. Dokter dan staf rumah sakit Anda akan membantu Anda mengantisipasi potensi masalah yang terkait dengan perawatan ini.

Sebelum Anda memulai terapi, Anda akan menjalani serangkaian tes untuk membantu menentukan apakah Anda cukup sehat untuk menjalani kemoterapi. Ini akan mencakup pemeriksaan jantung dan tes darah untuk menentukan kesehatan hati Anda. Tes-tes ini juga dapat membantu membimbing dokter Anda dalam menentukan jenis kemoterapi yang akan digunakan dalam perawatan Anda.

Dokter Anda juga dapat menyarankan Anda mengunjungi dokter gigi sebelum memulai perawatan. Karena kemoterapi dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk sembuh, infeksi apa pun di gusi atau gigi Anda berpotensi menyebar ke seluruh tubuh Anda.

Dokter Anda mungkin memasang porta jika Anda melakukan kemoterapi melalui jalur intravena (IV). Port adalah perangkat yang ditanamkan pada tubuh Anda, biasanya di dada dekat bahu Anda. Ini memungkinkan akses yang lebih mudah ke pembuluh darah Anda dan tidak terlalu menyakitkan. Selama setiap perawatan, IV akan dimasukkan ke port Anda.

Tips Persiapan

Pertimbangkan beberapa tips persiapan untuk perawatan kemoterapi ini:

  • Buat aturan dalam pekerjaan. Sebagian besar orang dapat bekerja selama kemoterapi, tetapi Anda mungkin ingin mengambil beban kerja yang lebih ringan sampai Anda tahu jenis efek samping apa yang mungkin Anda alami.
  • Persiapkan kegiatan di rumah. Mencuci pakaian, membeli bahan makanan, dan melakukan tugas-tugas lain yang mungkin terlalu lemah untuk Anda lakukan setelah perawatan Anda
  • Aturlah bantuan yang mungkin Anda butuhkan. Mengundang teman atau anggota keluarga untuk membantu pekerjaan rumah tangga atau merawat hewan peliharaan atau anak-anak bisa sangat bermanfaat.
  • Mengantisipasi efek samping. Tanyakan kepada dokter Anda apa efek samping yang mungkin Anda alami dan bagaimana merencanakannya. Jika infertilitas bisa menjadi efek samping sedangkan Anda ingin memiliki anak, Anda mungkin bisa menyimpan dan membekukan sperma, telur, atau embrio yang telah dibuahi atau yang disebut bayi tabung. Anda bisa juga membeli penutup kepala atau rambut palsu jika mengalami kerontokan rambut.
  • Mulai terapi atau bergabunglah dengan grup pendukung. Curhat dengan seseorang di luar keluarga Anda dan lingkaran teman tentang apa yang Anda alami dapat membantu Anda tetap optimis. Ini juga dapat membantu meredakan ketakutan yang mungkin muncul selama Anda menjalani perawatan.

Bagaimana Kemoterapi Dilakukan

Anda dan dokter Anda dapat bekerja sama untuk mempertimbangkan semua variabel dan menentukan jalan terbaik untuk perawatan Anda. Kemoterapi biasanya diberikan dalam bentuk pil atau langsung ke pembuluh darah dengan injeksi atau infus. Selain dua bentuk ini, kemoterapi juga dapat diberikan dengan beberapa cara lain.

Opsi tindakan kemoterapi meliputi:

  • Kemoterapi dapat dikirim langsung menuju tumor, tergantung pada lokasi tumornya. Jika Anda menjalani operasi untuk mengangkat tumor, dokter Anda dapat menanam cakram yang larut secara lambat dengan melepaskan obat pada waktu tertentu.
  • Beberapa kanker kulit dapat diobati dengan krim kemoterapi.
  • Kemoterapi dapat dikirim ke bagian tubuh tertentu melalui perawatan lokal, seperti langsung ke perut, dada, sistem saraf pusat, atau ke kandung kemih melalui uretra.
  • Beberapa jenis kemoterapi dapat diminum melalui pil.
  • Obat kemoterapi cair dapat diberikan dalam bentuk suntikan tunggal, atau Anda dapat memiliki port yang dipasang dimana jarum dimasukkan pada setiap perawatan. Metode infus dengan port hanya mengakibatkan rasa sakit pada tempat suntikan selama tindakan pertama berlangsung, tetapi jarum port dapat dilonggarkan tergantung pada tingkat aktivitas Anda.

Dimana Anda menerima perawatan tergantung pada metode kemoterapi yang Anda pilih. Misalnya, jika Anda menggunakan krim atau pil, Anda dapat merawat diri sendiri di rumah. Prosedur lain biasanya dilakukan di rumah sakit atau pusat perawatan kanker.

Jadwal kemoterapi Anda, seperti seberapa sering Anda menerima perawatan, akan disesuaikan untuk Anda nantinya. Itu dapat diubah jika tubuh Anda tidak mampu menangani perawatan dengan baik, atau dapat ditingkatkan atau dikurangi tergantung pada seberapa baik sel-sel kanker bereaksi terhadap perawatan.

Setelah Kemoterapi

Dokter dan tim perawatan kanker Anda akan secara teratur memantau efektivitas perawatan yang sudah Anda jalani . Ini akan mencakup teknik pencitraan, tes darah, dan lainnya. Dokter Anda dapat menyesuaikan perawatan Anda kapan saja.

Semakin banyak Anda konsultasi dengan dokter tentang bagaimana kemoterapi mempengaruhi Anda, semakin baik pula pengalaman perawatan Anda. Jika Anda ingin memberi tahu kepada dokter tentang efek samping atau masalah terkait perawatan yang Anda alami sehingga dokter dapat melakukan penyesuaian pada perawatan Anda jika perlu.

Categories
Uncategorized

Kesehatan Ginjal dan Penyakit Ginjal: Penyebab dan Pertanyaan

Dasar dari Kesehatan Ginjal dan Penyakit Ginjal

Apa itu penyakit ginjal?

Ginjal adalah sepasang organ berukuran sekepalan tangan yang terletak di bagian bawah tulang rusuk. Terdapat satu ginjal pada setiap sisi tulang belakang.

Ginjal sangat penting perannya dalam membentuk tubuh yang sehat, terutama bertanggung jawab untuk menyaring racun, kelebihan air, dan kotoran lainnya dari darah. Racun yang masuk disimpan dalam kandung kemih dan kemudian dikeluarkan saat buang air kecil. Ginjal juga mengatur kadar pH, garam, dan kalium dalam tubuh serta menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah dan mengontrol produksi sel darah merah. Ginjal bahkan mengaktifkan manfaat vitamin D yang membantu tubuh dalam menyerap kalsium.

Penyakit ginjal terjadi ketika ginjal Anda menjadi rusak dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kerusakan dapat disebabkan oleh penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan berbagai kondisi kronis lainnya yang bersifat jangka panjang. Penyakit ginjal dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, termasuk diantaranya kondisi tulang yang lemah, kerusakan saraf, dan kekurangan gizi.

Jika penyakit semakin memburuk dari waktu ke waktu, ginjal Anda mungkin akan berhenti bekerja secara total. Ini berarti bahwa dialisis akan diperlukan untuk melakukan fungsi ginjal tersebut. Dialisis adalah perawatan yang menyaring dan memurnikan darah menggunakan mesin. Tindakan tersebut tidak bisa menyembuhkan penyakit ginjal, tetapi bisa memperpanjang hidup Anda.

Apa saja jenis dan penyebab penyakit ginjal?

Penyakit ginjal kronis

Bentuk penyakit ginjal yang paling umum adalah penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis adalah kondisi jangka panjang yang tidak membaik dari waktu ke waktu. Ini biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi berbahaya bagi ginjal karena dapat meningkatkan tekanan pada glomeruli. Glomeruli adalah pembuluh darah kecil pada ginjal tempat darah dibersihkan. Seiring waktu, peningkatan tekanan merusak pembuluh-pembuluh ini dan fungsi ginjal mulai menurun.

Fungsi ginjal pada akhirnya akan memburuk ke titik dimana ginjal tidak dapat lagi melakukan pekerjaannya dengan baik. Dalam hal ini, seseorang perlu menjalani dialisis. Dialisis menyaring cairan berlebih dan membuang darah. Dialisis dapat membantu mengobati penyakit ginjal tetapi tidak dapat menyembuhkannya. Transplantasi ginjal dapat menjadi pilihan perawatan alternatif tergantung pada keadaan Anda.

Diabetes juga merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis. Diabetes adalah penyakit yang menyebabkan gula darah tinggi. Peningkatan kadar gula dalam darah dapat merusak pembuluh darah pada ginjal. Ini berarti ginjal tidak dapat membersihkan darah secara benar. Gagal ginjal dapat terjadi ketika tubuh Anda kelebihan muatan racun.

Batu ginjal

Batu ginjal adalah masalah ginjal yang paling umum terjadi, yaitu ketika mineral dan zat lain dalam darah mengkristal dalam ginjal dan membentuk massa padat (batu). Batu ginjal biasanya keluar dari tubuh saat buang air kecil. Ketika tubuh mengeluarkan batu ginjal bisa jadi akan sangat menyakitkan, tetapi jarang menyebabkan masalah yang terlalu parah.

Glomerulonephritis

Glomerulonephritis adalah peradangan pada glomeruli. Glomeruli adalah struktur yang sangat kecil di dalam ginjal yang fungsinya untuk menyaring darah. Glomerulonephritis dapat disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, atau kelainan bawaan (gangguan yang terjadi selama atau setelah lahir). Tetapi kondisi ini seringkali sembuh dengan sendirinya.

Penyakit ginjal polikistik

Penyakit ginjal polikistik adalah kelainan genetik yang menyebabkan tumbuhnya banyak kista (kantung kecil cairan) pada ginjal. Kista ini dapat mengganggu fungsi ginjal sehingga menyebabkan gagal ginjal. Penting untuk kita ketahui bahwa kista ginjal pada seseorang cukup umum terjadi dan hampir selalu tidak berbahaya.

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri pada bagian dari sistem kemih. Infeksi pada kandung kemih dan uretra adalah yang paling umum terjadi. Infeksi ini mudah diobati dan jarang menyebabkan lebih banyak masalah kesehatan. Namun, jika tidak diobati, infeksi ini dapat menyebar ke ginjal sehingga menyebabkan gagal ginjal.

Apa saja gejala penyakit ginjal?

Penyakit ginjal adalah suatu kondisi yang dapat dengan mudah tidak diketahui sampai gejalanya menjadi parah. Gejala-gejala berikut ini adalah tanda-tanda peringatan dini bahwa Anda mungkin menderita penyakit ginjal:

  • kelelahan
  • kesulitan berkonsentrasi
  • sulit tidur
  • nafsu makan yang buruk
  • kram otot
  • kaki / pergelangan kaki bengkak
  • bengkak di sekitar mata di pagi hari
  • kulit kering dan bersisik
  • sering buang air kecil, terutama saat larut malam

Pelajari lebih lanjut: Tes fungsi ginjal »

Gejala parah yang memungkinkan penyakit ginjal Anda berkembang menjadi gagal ginjal yaitu:

  • mual
  • muntah
  • kehilangan selera makan
  • perubahan dalam keluarnya urin
  • retensi cairan
  • anemia (penurunan sel darah merah)
  • gairah seks menurun
  • peningkatan kalium secara mendadak (hiperkalemia)
  • radang pericardium (kantung berisi cairan yang menutupi jantung)

Apa saja faktor seseorang terkena penyakit ginjal?

Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal. Diabetes adalah penyebab utama penyakit ginjal, terhitung sekitar 44 persen dari muncul kasus baru. Anda juga mungkin lebih mungkin terkena penyakit ginjal jika:

  • memiliki tekanan darah tinggi
  • memiliki anggota keluarga dengan penyakit ginjal kronis
  • sudah lanjut usia

Pelajari lebih lanjut: Diabetes tipe 2 dan penyakit ginjal »

Bagaimana diagnosis penyakit ginjal?

Dokter Anda terlebih dahulu akan menentukan apakah Anda termasuk dalam kelompok berisiko tinggi. Kemudian dokter akan melakukan beberapa tes untuk melihat apakah ginjal Anda berfungsi dengan baik atau tidak. Tes-tes yang mungkin dilakukan yaitu:

Glomerular filtration rate (GFR)

Atau disebut juga Kadar Penyaringan Glomerular dimana tes ini akan mengukur seberapa baik ginjal Anda bekerja dan menentukan stadium penyakit ginjal.

Pindai ultrasonografi atau CT scan

Ultrasonografi dan CT scan menghasilkan gambaran yang jelas mengenai ginjal dan saluran kemih Anda. Gambar-gambar tersebut memungkinkan dokter Anda untuk melihat apakah ginjal Anda berukuran terlalu kecil atau besar. Dokter juga dapat menunjukkan tumor atau kemungkinan adanya masalah struktural.

Biopsi ginjal

Selama tindakan biopsi ginjal berlangsung, dokter Anda akan mengambil sepotong kecil jaringan dari ginjal Anda saat Anda dibius. Sampel jaringan tersebut dapat membantu dokter untuk menentukan jenis penyakit ginjal yang Anda miliki dan seberapa parah kerusakan yang terjadi.

Tes urin

Dokter Anda dapat meminta sampel tes urin untuk menguji albumin. Albumin adalah protein yang dapat masuk ke urin Anda ketika ginjal Anda rusak.

Tes kreatinin darah

Kreatinin adalah produk limbah dalam tubuh. Tes ini dilepaskan ke dalam darah ketika creatine (molekul yang disimpan dalam otot) dipecah. Kadar kreatinin dalam darah Anda akan meningkat jika ginjal Anda tidak dapat berfungsi dengan baik.

Pelajari lebih lanjut: Buang air kecil berlebihan di malam hari »

Bagaimana cara mengobati penyakit ginjal?

Perawatan untuk penyakit ginjal biasanya berfokus pada mengontrol penyebab penyakitnya. Ini berarti dokter Anda akan membantu Anda untuk mengatur tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol dengan lebih baik. Dokter dapat menggunakan satu atau lebih metode berikut untuk mengobati penyakit ginjal.

Pengobatan

Dokter Anda akan meresepkan inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE), seperti lisinopril dan ramipril, atau penghambat reseptor angiotensin (ARB), seperti irbesartan dan olmesartan. Ini adalah obat tekanan darah yang dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal. Dokter Anda mungkin meresepkan obat ini untuk menjaga fungsi ginjal, bahkan jika Anda tidak memiliki tekanan darah tinggi.

Anda juga dapat diobati dengan obat kolesterol (seperti simvastatin). Obat-obatan ini dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah dan membantu menjaga kesehatan ginjal tergantung pada gejala Anda, dokter Anda mungkin juga meresepkan obat untuk meredakan pembengkakan dan mengobati anemia (penurunan jumlah sel darah merah).

Perubahan pola makan dan gaya hidup

Membuat perubahan pada pola makan Anda sama pentingnya dengan minum obat. Mengadopsi gaya hidup sehat dapat membantu mencegah banyak penyebab penyakit ginjal. Dokter Anda dapat memberikan saran kepada Anda untuk:

  • mengendalikan diabetes melalui suntikan insulin
  • kurangi makanan yang tinggi kolesterol
  • kurangi garam
  • memulai pola makan untuk kesehatan jantung dengan makan makanan yang mencakup buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak
  • batasi konsumsi alkohol
  • berhenti merokok
  • meningkatkan aktivitas fisik
  • menurunkan berat badan

Pelajari lebih lanjut: Apa yang ingin Anda ketahui tentang kebugaran dan olahraga? »

Dialisis dan penyakit ginjal

Dialisis adalah metode buatan untuk menyaring darah. Ini digunakan ketika ginjal seseorang mengalamai kegagalan atau hampir gagal. Banyak orang dengan penyakit ginjal pada tahap akhir harus menjalani cuci darah secara permanen atau sampai ginjal donor ditemukan.

Ada dua jenis dialisis: hemodialisis dan dialisis peritoneal.

Hemodialisis

Metode hemodialisis dilakukan dengan cara darah dipompa melalui mesin khusus yang menyaring produk limbah dan cairan. Hemodialisis dapat dilakukan di rumah Anda atau di rumah sakit atau pusat dialisis. Kebanyakan orang menjalani tiga sesi per minggu, dengan setiap sesi berlangsung selama tiga hingga lima jam. Namun, hemodialisis juga dapat dilakukan dalam sesi yang lebih singkat dan lebih sering.

Beberapa minggu sebelum memulai hemodialisis, kebanyakan orang akan menjalani operasi untuk membuat fistula arteriovenous (AV). Fistula AV dibuat dengan menghubungkan arteri dan vena tepat di bawah kulit, biasanya pada lengan bawah. Pembuluh darah yang lebih besar memungkinkan peningkatan jumlah darah untuk mengalir terus menerus melalui tubuh selama perawatan hemodialisis. Ini berarti lebih banyak darah yang dapat disaring dan dimurnikan. Cangkok arteriovenosa (tabung plastik bundar) dapat ditanamkan dan digunakan untuk tujuan yang sama jika arteri dan vena tidak dapat disatukan.

Efek samping hemodialisis yang paling umum adalah tekanan darah rendah, kram otot, dan gatal-gatal.

Dialisis peritoneum

Pada dialisis peritoneum, dimana peritoneum (selaput yang melapisi dinding perut) digunakan untuk ginjal. Sebuah tabung ditanamkan dan digunakan untuk mengisi perut dengan cairan yang disebut dialisat. Limbah produk dalam darah mengalir dari peritoneum ke dialisat. Dialisat ini kemudian dikeringkan dari perut.

Ada dua bentuk dialisis peritoneal: peritonealdialisis ambulatori kontinu, dimana perut diisi kemudian dikeringkan beberapa kali sepanjang hari, dan dialisis peritoneal dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan mesin agar siklus cairan masuk dan keluar dari perut pada malam hari saat orang itu tidur.

Efek samping yang paling umum dari dialisis peritoneum adalah infeksi pada rongga perut atau di daerah dimana tabung tadi ditanam. Efek samping lainnya mungkin termasuk penambahan berat badan dan hernia. Hernia adalah ketika usus mendorong melalui titik lemah atau bagian yang sobek di dinding perut bagian bawah.

Bagaimana masa depan seseorang dengan penyakit ginjal?

Penyakit ginjal biasanya tidak hilang setelah didiagnosis. Cara terbaik untuk menjaga kesehatan ginjal adalah dengan mengadopsi gaya hidup sehat dan mengikuti saran dokter dari Anda. Penyakit ginjal bisa saja memburuk sewaktu-waktu, bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal. Gagal ginjal dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani.

Gagal ginjal terjadi ketika ginjal Anda hampir tidak berfungsi atau tidak bekerja sama sekali. Kondisi ini dapat dikelola dengan dialisis. Dialisis melibatkan penggunaan mesin untuk menyaring limbah dari darah Anda. Dalam beberapa kasus, dokter Anda dapat merekomendasikan transplantasi ginjal.

Bagaimana mencegah penyakit ginjal?

Beberapa faktor risiko penyakit ginjal – seperti usia, ras, atau riwayat keluarga – tidak mungkin untuk dikendalikan. Namun, ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk membantu mencegah penyakit ginjal:

  • minum banyak air
  • mengontrol gula darah jika Anda menderita diabetes
  • mengontrol tekanan darah
  • kurangi asupan garam
  • berhenti merokok

Hati-hati dengan obat bebas

Anda harus selalu mengikuti petunjuk dosis pada obat yang dijual secara bebas. Meminum terlalu banyak aspirin (Bayer) atau ibuprofen (Advil, Motrin) dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Hubungi dokter Anda jika dosis normal obat-obatan ini tidak dapat mengendalikan rasa sakit Anda secara efektif.

Melakukan tes

Tanyakan kepada dokter Anda tentang mendapatkan tes darah untuk mengetahui masalah ginjal. Masalah ginjal umumnya tidak menimbulkan gejala sampai tingkat yang lebih parah. Panel metabolik dasar (BMP) adalah tes darah standar yang dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan medis rutin untuk memeriksa darah Anda pada kreatinin atau urea. Ini adalah bahan kimia yang mengalir ke dalam darah ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik. BMP dapat mendeteksi masalah ginjal sejak dini, ketika lebih mudah diobati. Anda harus dites setiap tahun jika Anda memiliki diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi.

Batasi makanan tertentu

Berbagai bahan kimia dalam makanan Anda dapat berpengaruh pada beberapa jenis batu ginjal. Diantaranya adalah:

  • natrium yang berlebihan
  • protein hewani, seperti daging sapi dan ayam
  • asam sitrat, ditemukan dalam buah jeruk seperti jeruk, lemon, dan jeruk bali
  • oksalat, bahan kimia yang ditemukan dalam bit, bayam, ubi, dan cokelat

Kalsium

Bicaralah dengan dokter Anda sebelum mengambil suplemen kalsium. Beberapa suplemen kalsium telah dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal.

Categories
Uncategorized

Jenis Kanker – Karsinoma, Sarkoma, Leukimia, Limfoma | Asamuratsembuh

Apa yang Ingin Anda Ketahui Tentang Kanker?

Gambaran umum

Kanker adalah penyakit yang disebabkan ketika sel-sel abnormal membelah dengan cepat, dan menyebar ke jaringan dan organ lain. Penyakit kanker adalah salah satu penyebab terbesar kematian manusia di dunia.

Pertumbuhan Kanker dan Metastasis

Dalam tubuh yang sehat, triliunan sel yang dibuat akan tumbuh dan membelah, karena tubuh membutuhkan sel untuk berfungsi setiap hari. Sel-sel sehat memiliki siklus hidup tertentu, bereproduksi kemudian mati dengan cara yang ditentukan oleh suatu jenis sel tertentu. Sel-sel baru menggantikan sel yang sudah lama atau rusak bahkan yang sudah mati. Kanker mengganggu proses ini dan menyebabkan pertumbuhan sel dalam tubuh menjadi tidak normal. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada DNA.

DNA ada dalam gen individu dari setiap sel. DNA memiliki instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara untuk tumbuh dan membelah. Mutasi sering terjadi pada DNA, tetapi biasanya sel akan memperbaiki kesalahan ini. Ketika kesalahan tidak diperbaiki, maka sel bisa menjadi kanker.

Mutasi dapat menyebabkan sel-sel yang harus diganti dengan tujuan bertahan hidup supaya tidak mati, dan sel-sel baru akan terbentuk ketika sel yang mati tersebut tidak diperlukan lagi. Sel-sel ekstra ini dapat membelah tanpa terkendali, menyebabkan pertumbuhan yang disebut tumor. Tumor dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, tergantung pada tempat dimana tumor ini tumbuh dalam tubuh.

Tetapi tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor jinak bersifat non-kanker dan tidak menyebar ke jaringan terdekat. Terkadang, tumor dapat tumbuh membesar dan menyebabkan masalah ketika sudah menekan organ dan jaringan terdekatnya. Tumor ganas adalah kanker yang dapat menyerang bagian lain dari tubuh.

Beberapa sel kanker juga dapat bermigrasi melalui aliran darah atau sistem limfatik ke area tubuh yang paling jauh. Proses ini disebut metastasis. Kanker yang telah bermetastasis dianggap meningkat lebih cepat daripada kanker sebelumnya. Kanker metastasis cenderung lebih sulit untuk diobati dan lebih fatal akibatnya.

Jenis-jenis Kanker

Kanker diberi nama sesuai daerah di mana penyakit ini ditemukan dan bagaimana jenis sel kanker terbuat, bahkan ketika kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Misalnya, kanker yang dimulai dari paru-paru dan menyebar ke hati masih disebut kanker paru-paru. Ada juga beberapa istilah klinis yang digunakan untuk jenis kanker tertentu secara umum, yaitu:

  • Karsinoma adalah kanker yang dimulai pada sekitar kulit atau jaringan yang melapisi organ lain.
  • Sarkoma adalah kanker jaringan ikat seperti tulang, otot, tulang rawan, dan pembuluh darah.
  • Leukemia adalah kanker sumsum tulang, yang menciptakan sel darah.
  • Limfoma dan mieloma adalah kanker pada sistem kekebalan tubuh.

Faktor Risiko dan Perawatan

Penyebab langsung kanker adalah perubahan (atau mutasi) pada DNA dalam sel tubuh Anda. Mutasi genetik sendiri sifatnya dapat diturunkan dalam silsilah keluarga. Tetapi, mutasi genetik juga dapat terjadi setelah manusia lahir sebagai akibat dari pengaruh lingkungan. Beberapa pengaruh dari lingkungan ini yaitu:

  • paparan bahan kimia penyebab kanker, yang disebut karsinogen
  • paparan radiasi
  • paparan sinar matahari tanpa perlindungan
  • virus tertentu, seperti human papilloma virus (HPV)
  • merokok
  • pilihan gaya hidup, seperti jenis diet dan tingkat aktivitas fisik

Risiko kanker cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Beberapa kondisi kesehatan yang ada selain menyebabkan peradangan juga dapat meningkatkan risiko kanker Anda. Contohnya adalah kolitis ulserativa, penyakit radang usus kronis.

Mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kanker dapat membantu Anda menjalani gaya hidup dengan cara mengurangi risiko kanker yang dapat terjadi pada Anda. Menurut para ahli, ada tujuh cara terbaik untuk mencegah kanker:

  1. Berhenti merokok dan hindari asap rokok.
  2. Makanlah makanan yang sehat dan seimbang.
    • Batasi asupan daging olahan Anda.
    • Pertimbangkan untuk menerapkan “diet Mediterania” yang berfokus terutama pada makanan nabati, protein tanpa lemak, dan lemak sehat.
    • Hindari minum minuman beralkohol, atau minum secukupnya.
  3. Jaga berat badan yang sehat dan tetap aktif dengan melakukan setidaknya 30 menit aktivitas fisik setiap hari.
  4. Tetap terlindung dari sinar matahari.
    • Lindungi bagian tubuh dengan pakaian, kacamata hitam, dan topi, dan oleskan tabir surya sesering mungkin.
    • Hindari sinar matahari antara pukul 10 pagi dan 4 sore. Inilah saat sinar matahari berada pada posisi terkuatnya.
    • Tetap berada di tempat teduh saat Anda sedang berada di luar ruangan.
  5. Lakukan vaksinasi terhadap infeksi virus yang dapat menyebabkan kanker, seperti hepatitis B dan HPV.
  6. Jangan terlibat dalam perilaku berisiko. Lakukan hubungan seks yang aman dan jangan berbagi jarum saat menggunakan obat-obatan atau obat resep. Hanya dapatkan tato di tempat bersertifikat resmi.
  7. Temui dokter Anda secara teratur sehingga dapat memeriksa Anda untuk mengetahui berbagai jenis kanker. Hal ini dapat meningkatkan kewaspadaaan Anda terhadap penyakit kanker sedini mungkin.

Perawatan kanker memiliki tujuan yang berbeda, tergantung pada jenis kanker dan seberapa parah stadiumya. Tujuan-tujuan tersebut meliputi:

  • Menemukan obat yang tepat: dimana tidak mungkin satu obat untuk semua jenis kanker dan situasinya.
  • Memberikan pengobatan primer: yaitu dengan membunuh sel-sel kanker dalam tubuh Anda.
  • Memberikan pengobatan sekunder: membunuh sel-sel kanker yang tersisa setelah perawatan primer untuk mengurangi risiko kanker muncul kembali.
  • Memberikan pengobatan paliatif: menghilangkan gejala kesehatan yang terkait dengan kanker, seperti kesulitan bernapas dan nyeri.

Jenis perawatan yang paling umum adalah:

Operasi

Operasi pengangkatan kanker.

Kemoterapi

Terapi yang menggunakan obat-obatan yang dapat berpengaruh bagi sel untuk membunuh sel kanker yang membelah dengan cepat.

Terapi radiasi

Menggunakan sinar radiasi yang kuat dan fokus di dalam (brachytherapy) atau di luar (radiasi sinar eksternal) tubuh Anda untuk membunuh sel-sel kanker.

Transplantasi Stem Cell (Sumsum Tulang)

Memperbaiki sumsum tulang yang sakit dengan sel induk yang sehat. Sel induk adalah sel yang tidak berdiferensiasi yang dapat memiliki berbagai fungsi. Transplantasi ini memungkinkan dokter untuk menggunakan kemoterapi dosis tinggi untuk mengobati kanker.

Imunoterapi (Terapi Biologis)

Menggunakan antibodi untuk membantu sistem kekebalan tubuh Anda mengenali kanker sehingga dapat melawannya.

Terapi Hormon

Menghilangkan atau memblokir hormon yang memicu kanker tertentu untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Terapi Obat

Menggunakan obat untuk mengganggu suatu molekul tertentu yang dapat membantu sel kanker tumbuh dan bertahan hidup.

Uji klinis

Meneliti penemuan-penemuan baru untuk mengobati kanker.

Pengobatan alternatif

Digunakan untuk mengurangi gejala kanker dan efek samping dari pengobatan kanker, seperti mual, kelelahan, dan nyeri. Pengobatan alternatif meliputi:

  • akupunktur
  • hipnosis
  • pijat
  • yoga
  • meditasi
  • teknik relaksasi
Categories
Uncategorized

Obat Imunosupresan: Sebuah Catatan Lengkap

Mengenal Obat Imunosupresan

Pengenalan

Obat imunosupresan adalah obat yang menekan, atau mengurangi sistem kekebalan tubuh.

Beberapa dari obat ini digunakan untuk membuat tubuh lebih kecil kemungkinannya untuk menolak organ yang dicangkokkan, seperti hati, jantung, atau ginjal. Obat ini disebut obat antirejeksi.

Obat imunosupresan lain sering digunakan untuk mengobati gangguan autoimun seperti lupus, psoriasis, dan rheumatoid arthritis.

Jika dokter Anda telah meresepkan obat imunosupresan untuk Anda, inilah yang perlu diketahui tentang apa yang dilakukan obat-obatan ini, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana membuat tubuh Anda merasa. Informasi berikut akan memberi tahu Anda apa yang diharapkan ketika menerima obat penekan kekebalan tubuh dan apa yang bisa dilakukan dari obat ini untuk Anda.

Bagaimana pengobatannya

Kondisi autoimun

Obat imunosupresan digunakan untuk mengobati penyakit autoimun.

Dengan penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Karena obat imunosupresan melemahkan sistem kekebalan, lalu menekan reaksi ini. Ini membantu mengurangi dampak penyakit autoimun pada tubuh.

Penyakit autoimun yang diobati dengan obat imunosupresan meliputi:

  • psoriasis
  • lupus
  • artritis reumatoid
  • penyakit Crohn
  • sklerosis ganda
  • alopecia areata

Transplantasi organ

Hampir setiap orang yang menerima transplantasi organ harus minum obat imunosupresan. Ini karena sistem kekebalan tubuh Anda melihat organ yang dicangkokkan sebagai benda asing. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Anda menyerang organ karena akan menyerang sel-sel asing tersebut. Ini dapat menyebabkan organ mengalami kerusakan parah sehingga menyebabkan organ perlu diangkat.

Obat imunosupresan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda untuk mengurangi reaksi tubuh Anda terhadap organ asing. Obat-obatan memungkinkan organ yang ditransplantasikan tetap sehat dan bebas dari kerusakan.

Daftar imunosupresan

Ada beberapa jenis obat imunosupresan. Obat yang akan diresepkan untuk Anda tergantung pada apakah Anda menjalani transplantasi organ, mangalami gangguan autoimun, atau kondisi lainnya.

Banyak orang yang menerima obat imunosupresan lebih dari satu kategori di bawah ini.

Kortikosteroid

  • prednisone (Deltasone, Orasone)
  • budesonide (Entocort EC)
  • prednisolone (Millipred)

Inhibitor Janus kinase

  • tofacitinib (Xeljanz)

Penghambat kalsium

  • cyclosporine (Neoral, Sandimmune, SangCya)
  • tacrolimus (Astagraf XL, Envarsus XR, Prograf)

Inhibitor mTOR

  • sirolimus (Rapamune)
  • everolimus (Afinitor, Zortress)

Inhibitor IMDH

  • azathioprine (Azasan, Imuran)
  • leflunomide (Arava)
  • mycophenolate (CellCept, Myfortic)

Biologis

  • abatacept (Orencia)
  • adalimumab (Humira)
  • anakinra (Kineret)
  • certolizumab (Cimzia)
  • etanercept (Enbrel)
  • golimumab (Simponi)
  • infliximab (Remicade)
  • ixekizumab (Taltz)
  • natalizumab (Tysabri)
  • rituximab (Rituxan)
  • secukinumab (Cosentyx)
  • tocilizumab (Actemra)
  • ustekinumab (Stelara)
  • vedolizumab (Entyvio)

Antibodi monoklonal

  • basiliximab (Simulect)
  • daclizumab (Zinbryta)

Aturan pengobatan

Semua obat imunosupresan hanya tersedia dengan resep dari dokter Anda.

Obat imunosupresan diberikan dalam bentuk tablet, kapsul, cairan, dan suntikan. Dokter Anda akan memutuskan bentuk obat terbaik dan aturan pengobatannya untuk Anda.

Dokter mungkin meresepkan kombinasi dari beberapa obat. Tujuan dari terapi imunosupresan adalah untuk menemukan rencana perawatan yang akan menekan sistem kekebalan tubuh Anda sementara memiliki efek samping yang paling sedikit dan yang paling tidak berbahaya.

Jika Anda menggunakan obat imunosupresan, Anda harus meminumnya persis sesuai resep. jika Anda memiliki gangguan autoimun, perubahan aturan pengobatan dapat menyebabkan perubahan pada kondisi Anda. Jika Anda seorang penerima organ, bahkan perubahan sekecil apa pun dari aturan suatu obat dapat memicu penolakan organ. Tidak masalah mengapa Anda dirawat, jika Anda melewatkan satu dosis, pastikan untuk segera menghubungi dokter Anda.

Tes dan perubahan dosis

Selama perawatan dengan obat imunosupresan, Anda akan menjalani tes darah rutin. Tes-tes ini membantu dokter Anda memantau seberapa efektif obat tersebut dan apakah perlu adanya perubahan dosis. Tes ini juga akan membantu dokter Anda mengetahui apakah obat tersebut menimbulkan efek samping bagi Anda.

Jika Anda memiliki penyakit autoimun, dokter Anda dapat menyesuaikan dosis Anda berdasarkan bagaimana kondisi Anda merespons obat tersebut.

Jika Anda menerima transplantasi organ, dokter Anda mungkin pada akhirnya mengurangi dosis. Ini karena risiko penolakan organ berkurang dari waktu ke waktu, sehingga kebutuhan untuk obat-obatan ini juga semakin berkurang.

Namun, sebagian besar orang yang telah menjalani transplantasi organ perlu meminum setidaknya satu dari obat imunosupresan sepanjang hidup mereka.

Efek samping

Efek samping sangat bervariasi dari banyak obat imunosupresan yang tersedia. Untuk mengetahui efek samping yang mungkin Anda berisiko, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda tentang efek obat tertentu.

Namun, semua obat imunosupresan membawa risiko infeksi yang serius. Ketika obat imunosupresan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, tubuh Anda menjadi kurang tahan terhadap infeksi. Itu berarti obat tersebut membuat Anda lebih mungkin terkena infeksi. Ini juga berarti bahwa infeksi yang didapat akan lebih sulit untuk diobati.

Jika Anda memiliki salah satu gejala infeksi ini, hubungi dokter Anda segera:

  • demam atau kedinginan
  • rasa sakit di sisi punggung bawah Anda
  • kesulitan buang air kecil
  • rasa sakit saat buang air kecil
  • sering buang air kecil
  • kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa

Interaksi obat

Sebelum Anda mulai menggunakan obat penekan kekebalan, pastikan untuk memberi tahu dokter Anda tentang semua obat yang Anda minum. Ini termasuk resep dan obat-obatan bebas, serta vitamin dan suplemen. Dokter Anda dapat memberi tahu Anda tentang interaksi obat yang mungkin terjadi akibat pengobatan imunosupresan Anda. Seperti efek samping, risiko interaksi obat tergantung pada obat spesifik yang Anda gunakan.

Peringatan

Obat imunosupresan dapat menyebabkan masalah bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari kondisi ini sebelum mulai meminum obat imunosupresan:

  • alergi terhadap obat tertentu
  • riwayat herpes zoster atau cacar air
  • penyakit ginjal atau hati

Kehamilan dan menyusui

Beberapa obat-obatan ini dapat menyebabkan cacat lahir, sementara obat lainnya membawa risiko yang lebih ringan selama kehamilan dan menyusui. Bagaimanapun, jika Anda berencana untuk hamil, bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengambil obat penekan kekebalan. Dokter Anda dapat memberi tahu Anda tentang risiko obat secara spesifik.

Jika Anda sedang hamil saat menggunakan imunosupresan, segera beri tahu dokter Anda.

Bicaralah dengan dokter Anda

Obat imunosupresan dapat membantu orang dengan gangguan autoimun atau transplantasi organ dengan mengendalikan respons kekebalan tubuh mereka. Meskipun bermanfaat, obat-obatan ini juga memiliki efek yang kuat. Anda harus tahu semua tentang obat ini jika dokter Anda meresepkannya untuk Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, pastikan untuk bertanya kepada dokter atau apoteker Anda. Pertanyaan Anda mungkin termasuk:

  • Apakah saya berisiko tinggi terhadap efek samping dari obat imunosupresan?
  • Apa yang harus saya lakukan jika saya memiliki efek samping?
  • Obat apa saja yang saya minum yang dapat berinteraksi dengan obat imunosupresan saya?
  • Gejala penolakan organ apa yang harus saya perhatikan?
  • Apa yang harus saya lakukan ketika saya mengalami masuk angin saat mengkonsumsi obat ini?
  • Berapa lama saya harus minum obat ini?
  • Apakah saya perlu minum obat jenis lain untuk mengobati penyakit autoimun saya?
Categories
Uncategorized

Diuretik: Jenis, Penggunaan, Efek Samping, dan Lainnya

Apa yang Perlu Kita Ketahui Tentang Diuretik

Gambaran umum

Diuretik, juga disebut pil air kencing, adalah obat yang dirancang untuk meningkatkan jumlah air dan garam yang dikeluarkan dari tubuh menjadi urin. Ada tiga jenis resep diuretik. Resep tersebut sering diresepkan untuk membantu mengobati tekanan darah tinggi, tetapi dapat digunakan untuk kondisi lainnya.

Apa yang mampu diobati dengan diuretik

Kondisi yang paling umum diobati dengan diuretik adalah tekanan darah tinggi. Obat-obatan ini mengurangi jumlah cairan dalam pembuluh darah dan membantu menurunkan tekanan darah Anda.

Kondisi lain juga dapat diobati dengan diuretik. Gagal jantung kongestif, misalnya, mencegah jantung Anda memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh Anda. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang disebut edema. Diuretik dapat membantu mengurangi penumpukan cairan ini.

Jenis diuretik

Tiga jenis obat diuretik disebut thiazide, loop, dan diuretik hemat kalium. Semua itu membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan sebagai urin.

Diuretik tiazida

Tiazida adalah diuretik yang paling sering diresepkan oleh dokter. Obat ini paling sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Obat-obatan ini tidak hanya mengurangi cairan, tetapi juga menyebabkan pembuluh darah Anda menjadi lebih rileks.

Tiazida terkadang digunakan dengan obat lain yang berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah. Contoh tiazida meliputi:

  • chlorthalidone
  • hydrochlorothiazide (Microzide)
  • metolazon
  • indapamide

Diuretik putar

Diuretik putar sering digunakan untuk mengobati gagal jantung. Contoh obat ini termasuk:

  • torsemide (Demadex)
  • furosemide (Lasix)
  • bumetanide

Diuretik hemat kalium

Diuretik hemat kalium dapat mengurangi kadar cairan dalam tubuh Anda tanpa menyebabkan Anda kehilangan kalium sebagai nutrisi penting.

Jenis-jenis diuretik lainnya menyebabkan Anda kehilangan kalium, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti aritmia. Diuretik hemat kalium mungkin diresepkan untuk orang-orang yang berisiko dengan kadar kalium rendah, seperti untuk orang yang minum obat lain yang dapat menghilangkan kalium dalam tubuh.

Diuretik hemat kalium tidak mengurangi tekanan darah seperti halnya jenis diuretik lainnya. Karena itu, dokter Anda mungkin meresepkan diuretik hemat kalium dengan obat lain yang juga menurunkan tekanan darah.

Contoh diuretik hemat kalium meliputi:

  • amiloride
  • triamterene (Dyrenium)
  • spironolactone (Aldactone)
  • eplerenone (Inspra)

Efek samping dari diuretik

Ketika diberikan sesuai resep, diuretik pada umumnya dapat ditoleransi oleh tubuh dengan baik. Namun, masih dapat menyebabkan beberapa efek samping.

Efek samping secara umum

Efek samping yang lebih umum dari diuretik meliputi:

  • kadar kalium dalam darah menjadi terlalu sedikit
  • atau malah kadar kalium dalam darah (untuk diuretik hemat kalium) menjadi terlalu banyak
  • kadar natrium rendah
  • sakit kepala
  • pusing
  • mudah haus
  • peningkatan kadar gula darah
  • kram otot
  • peningkatan kadar kolesterol
  • ruam kulit
  • gout (encok)
  • diare

Efek samping serius

Dalam kasus yang jarang terjadi, diuretik dapat menyebabkan efek samping yang serius. Ini dapat mencakup:

  • reaksi alergi
  • gagal ginjal
  • detak jantung menjadi tidak teratur

Apa yang bisa Anda lakukan

Jika Anda memiliki efek samping yang mengganggu Anda saat mengkonsumsi obat diuretik, konsultasikan dengan dokter Anda. Dokter mungkin meresepkan obat yang berbeda atau meresepkan kombinasi obat untuk membantu mengurangi efek samping yang Anda alami.

Apakah Anda memiliki efek samping atau tidak, sebaiknya Anda jangan berhenti minum diuretik tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter Anda.

Risiko diuretik

Diuretik pada umumnya aman untuk diminum, tetapi ada beberapa risiko jika Anda memiliki kondisi medis lain atau minum obat tertentu.

Kondisi yang perlu diperhatikan

Sebelum Anda menerima diuretik yang telah diresepkan, pastikan untuk memberi tahu dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari kondisi atau masalah berikut:

  • diabetes
  • pankreatitis
  • lupus
  • gout (encok)
  • masalah menstruasi
  • masalah ginjal
  • sering mengalami dehidrasi

Interaksi obat

Ketika Anda memulai sebuah pengobatan baru, pastikan untuk memberi tahu dokter Anda tentang obat lain, suplemen, atau herbal yang Anda konsumsi. Beberapa obat yang mungkin berinteraksi dengan diuretik termasuk:

  • cyclosporine (Restasis)
  • antidepresan seperti fluoxetine (Prozac) dan venlafaxine (Effexor XR)
  • lithium
  • digoxin (Digox)
  • obat lainnya untuk tekanan darah tinggi

Obat diuretik alami

Beberapa tanaman herbal yang dianggap sebagai “diuretik alami,” termasuk:

  • teh hijau
  • teh hitam
  • peterseli

Herbal tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan resep diuretik. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang diuretik dan mempertimbangkan pilihan perawatan lainnya, bicarakan dengan dokter Anda.

Bicaralah dengan dokter Anda

Diuretik yang diresepkan dapat membantu mengobati kondisi kesehatan yang serius, seperti gagal jantung, hingga kondisi yang tidak terlalu berat, seperti tekanan darah tinggi ringan.

Jika dokter Anda meresepkan diuretik, jangan ragu untuk bertanya segala pertanyaan yang mungkin Anda miliki. Pertimbangkan untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Bagaimana saya tahu bahwa diuretik berkhasiat sebagaimana mestinya?
  • Apakah saya minum obat yang mungkin berinteraksi dengan diuretik?
  • Haruskah saya mengikuti pola makan rendah garam sambil mengonsumsi diuretik?
  • Haruskah saya melakukan tes tekanan darah dan fungsi ginjal saat saya mengkonsumsi obat ini?
  • Haruskah saya mengkonsumsi suplemen kalium atau menghindari makanan yang mengandung kalium?