pemanis Sirup Jagung Tinggi Fruktosa : Sama Seperti Gula, atau Lebih Buruk?

Selama beberapa dekade, pemanis sirup jagung tinggi fruktosa telah digunakan sebagai pemanis dalam makanan olahan.

Karena mengandung fruktosa, produk ini telah banyak dikritik karena potensi dampak negatifnya terhadap kesehatan.

Banyak orang mengklaim bahwa bahan ini bahkan lebih berbahaya daripada pemanis berbahan dasar gula lainnya.

Pada artikel ini akan membandingkan pemanis sirup jagung tinggi fruktosa dengan gula biasa, meninjau apakah yang satu lebih buruk daripada yang lainnya.

Apa itu Pemanis Sirup Jagung Tinggi Fruktosa?

Pemanis sirup jagung tinggi fruktosa (SJTF) adalah pemanis yang berasal dari sirup jagung, yang diolah dari jagung.

Ini digunakan untuk mempermanis makanan olahan dan minuman ringan – terutama di negara barat.

Sama halnya dengan gula meja biasa (sukrosa), gula ini terdiri dari fruktosa dan glukosa.

Proses produksi

Sirup jagung tinggi fruktosa dibuat dari jagung, yang biasanya dimodifikasi secara genetik (GMO).

Jagung pertama-tama digiling untuk menghasilkan tepung jagung, yang kemudian diproses lebih lanjut untuk membuat sirup jagung (2Trusted Source).

Sirup jagung sebagian besar terdiri dari glukosa. Untuk membuatnya lebih manis dan lebih mirip rasanya dengan gula meja biasa (sukrosa), sebagian dari glukosa itu diubah menjadi fruktosa menggunakan enzim.

Berbagai jenis sirup jagung tinggi fruktosa (SJTF) mengandung proporsi fruktosa yang bervariasi.

Misalnya, sementara SJTF 90 memiliki bentuk yang paling pekat dimana mengandung 90% fruktosa. Tipe yang paling umum digunakan adalah SJTF 55, terdiri dari 55% fruktosa dan 42% glukosa.

SJTF 55 mirip dengan sukrosa (gula meja biasa), yaitu 50% fruktosa dan 50% glukosa.

Sirup Jagung Tinggi Fruktosa vs. Gula Biasa

Hanya ada sedikit perbedaan antara SJTF 55 yaitu jenis sirup jagung fruktosa tinggi yang paling umum dengan gula biasa.

Perbedaan utama adalah bahwa sirup jagung tinggi fruktosa adalah cairan yang mengandung air 24%, sedangkan gula meja teksturnya kering dan bergranula.

Dalam hal struktur kimia, fruktosa dan glukosa dalam sirup jagung tinggi fruktosa tidak terikat secara bersamaan seperti pada gula pasir (sukrosa).

Sebaliknya, keduanya saling melayang secara terpisah.

Perbedaan tersebut tidak mempengaruhi nilai gizi atau kandungan kesehatan.

Dalam sistem pencernaan Anda, gula dipecah menjadi fruktosa dan glukosa, sehingga sirup jagung dan gula akhirnya terlihat sama persis.

SJTF 55 memiliki kadar fruktosa yang sedikit lebih tinggi daripada gula biasa. Perbedaannya sangat kecil dan tidak terlalu relevan dari perspektif kesehatan.

Tentu saja, jika Anda membandingkan gula meja biasa dan SJTF 90, yang memiliki 90% kandungan fruktosa, gula biasa akan jauh lebih disukai, karena konsumsi fruktosa yang berlebihan bisa sangat berbahaya.

Namun, SJTF 90 jarang digunakan dan hanya dalam jumlah kecil saja dikarenakan kadar kemanisannya yang sangat tinggi.

Efek pada Kesehatan dan Metabolisme

Alasan utama mengapa pemanis berbahan dasar gula tidak sehat adalah karena banyaknya kadar fruktosa yang terkandung.

Hati adalah satu-satunya organ yang dapat memetabolisme fruktosa dalam jumlah yang signifikan. Ketika hati Anda kelebihan beban, maka akan mengubah fruktosa menjadi lemak.

Sebagian lemak tersebut dapat tersimpan pada organ hati Anda, sangat berkontribusi pada hati yang berisi lemak. Konsumsi fruktosa tinggi juga terkait dengan resistensi insulin, sindrom metabolik, obesitas, dan diabetes tipe 2.

Sirup jagung tinggi fruktosa dan gula biasa memiliki campuran fruktosa dan glukosa yang sangat mirip yaitu dengan rasio sekitar 50:50.

Ketika membandingkan dosis yang sama dari pemanis sirup jagung tinggi fruktosa dengan gula biasa, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam perasaan kenyang, respons insulin, kadar leptin, atau efek pada berat badan.

Jadi, gula dan pemanis sirup jagung tinggi fruktosa persis sama dari perspektif kesehatan.

Menambahkan Gula Itu Tidak Baik, Sedangkan Buah Tidak Buruk

Meskipun fruktosa berlebihan dari tambahan gula tidak sehat, Anda tidak harus menghindari makan buah.

Buah adalah makanan utuh, dengan banyak serat, nutrisi, dan antioksidan. Sangat sulit untuk makan dengan kandungan tinggi fruktosa jika Anda hanya mendapatkannya dari buah utuh.

Efek kesehatan negatif dari fruktosa hanya berlaku untuk gula tambahan yang berlebihan, yang khas untuk diet tinggi kalori Barat.

Yang Perlu Digarisbawahi

Bentuk yang paling umum dari sirup jagung tinggi fruktosa, SJTF55, hampir identik dengan gula meja biasa.

Kurangnya bukti yang menunjukkan bahwa yang satu lebih buruk daripada yang lainnya.

Dengan kata lain, keduanya sama-sama buruk jika dikonsumsi secara berlebihan.

One thought on “pemanis Sirup Jagung Tinggi Fruktosa : Sama Seperti Gula, atau Lebih Buruk?”

Komentar ditutup.